“Kehadiran dan berdirinya saya di sini di depan bunda ayah, adalah Perwujudan peran partisipasi anak dalam merencanakan pembangunan di tingkat kota yang juga melibatkan peran anak,” kata Fauzul.
Keadaan anak-anak atau yang dikenal dengan sebutan generasi milenial ini memiliki potensi besar untuk kemajuan dimasa mendatang.
Perencana Ahli Muda Bappeda Provinsi Jawa Barat, Gilang Bayu Erlangga mengatakan, perencanaan pembangunan daerah dihadapkan pada tujuan bersama bangsa Indonesia termasuk pemerintah daerah menuju Indonesia 2045, berdaulat, maju, adil dan makmur.
“Ada 4 pilar pembangunan, pertama pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan pembangunan dan memanfaatkan ketahanan nasional serta tata kelola pemerintahan,” katanya.
Gilang melanjutkan, dalam hal perencanaan pembangunan mencapai Indonesia 2045, maka perencanaan pembangunan harus memiliki 4 pendekatan, yakni teknokratik, partisipatif dan politis serta bottom up dan top down.
Saat ini kata dia, dari 48,2 juta jiwa penduduk Jawa Barat yang hampir menyamai jumlah penduduk di Korea Selatan yang berjumlah sekitar 51 juta jiwa, sebanyak 26,07 persen dari 48,2 juta jiwa di Jawa Barat adalah generasi milenial, 27,88 persen yakni generasi Z.








