“Saya juga berdiskusi panjang dengan IPB, fakultas ekologi manusia, saat itu prof Arif Satria waktu itu masih dekan dan kita sama-sama merumuskan konsep kota keluarga. Maka kemudian di periode kedua saya mendeklarasikan visi Kota Bogor sebagai kota keluarga,” ujarnya.
Visi ini terdengar sederhana namun memiliki tantangan yang berat, karena sejatinya kota keluarga itu ketika seluruh kebijakan referensinya adalah untuk penguatan ketahanan keluarga.
“Semuanya harus seperti itu. Semuanya ujung-ujungnya tentang keluarga. Tidak saja sejahtera secara materi, tapi juga secara moril,” katanya.
Pada kesempatan itu Bima Arya menyampaikan terima kasih atas usaha dan kontribusi dari para organisasi kepemudaan, aktivis yang juga mau masuk ke dalam isu keluarga.
“Kami tahu belum tentu ini terlihat di masa kita menjabat, tapi ikhtiar ini harus dilakukan bersama-sama karena kalau kita, Indonesia, berniat untuk menjadi satu dari 5 negara ekonomi terkuat di tahun 2045 memanfaatkan bonus demografi, kita harus fokus pada isu keluarga,” jelasnya.








