Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Minta Antisipasi Inflasi

Gubernur

“Sehingga, jangan beli di provinsi lain. Cukup beli ke teman bupati atau wali kota yang surplusnya baik. Baru lakukan impor, jadi jangan lansung impor. Kita arahkan juga pengendalian inflasi ini dianggarkan melalui BTT. Jadi kalau dulu untuk kebencanaannya saja, sekarang juga untuk mengintervensi inflasi,” sambungnya.

Emil berharap, Ramadan dan Idul Fitri bisa tetap dimaknai dengan ibadah. Namun tidak mengurangi belanja produknya, agar ekonomi tetap berjalan. Termasuk membeli produk – produk lokal.

Kemudian, akses digital daerah Jawa Barat saat ini ada di ranking 3 besar dan berjalan stabil. Dengan konsep tidak ada layanan yang tidak bermental. Dengan begitu maka masyarakat bisa produktif urusan pelayanan. Emil menegaskan, para kepala daerah juga saling berkoordinasi dengan instansi vertikal, terutama TNI dan Polri untuk menghindari terjadinya penimbunan – penimbunan. Salah satu solusinya, yakni menyiapkan sistem pergudangan.

Baca Juga  Walikota Bogor Hadiri Sarasehan Pendidikan, Bahas Tantangan Pendidikan Kota Bogor

“Kepolisian akan memonitor dan saya menghimbau masyarakat melaporkan ya, kalau di wilayahnya juga ada potensi menimbun sembako menjelang Ramadan. Termasuk melakukan operasi pasar,” tegasnya.
Selain inflasi, Emil juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 123 juta pemudik yang akan pulang dan datang ke wilayah Jawa Barat. Atau bahkan menjadi destinasi wisata untuk sarana libur lebaran.

Di lokasi yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bahwa Bank Indonesia Jawa Barat bersama TPID dan TP2DD se-Jawa Barat berkomitmen untuk konsisten mendukung seluruh program pengendalian inflasi.

Pos terkait