Melihat paparan yang disampaikan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menyampaikan apresiasi dan menilai apa yang telah dilakukan berkat kekompakan semua lapisan di Kelurahan Cimahpar.
Berbagai pendekatan kata dia, dilaksanakan semua pihak yang ada di Kelurahan Cimahpar mulai dari pendekatan spesifik (30 persen) yang dinilai Syarifah memegang peranan penting, ada juga pendekatan sensitif, pendekatan lingkungan, pendekatan SDM dan pendekatan multisektor.
Pendekatan spesifik walaupun hanya 30 persen sambung Syarifah dengan cara menanam dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong, kemudian memberikan bantuan telur atau sayuran kepada masyarakat atau anak-anak yang mengalami stunting menjadi wujud nyata dari ikhtiar semua lapisan di Kelurahan Cimahpar dalam menurunkan angka stunting. Sementara untuk pendekatan sensitif (70 persen) dari masing-masing kelompok sudah memberikan bantuan.
“Di Kelurahan Cimahpar telah dibangun sarana olahraga masyarakat agar dimanfaatkan masyarakat untuk membiasakan diri berolahraga dan menjadi sehat. Pendekatan sensitif lainnya adalah masyarakat secara bergotong royong menormalisasi dan membersihkan saluran air atau drainase setiap jumat melalui program Jumat Bersih (jumsih), apalagi saat ini curah hujan yang turun cukup ekstrem sehingga di Kelurahan Cimahpar aman,” kata Sekda.
Selanjutnya untuk memerangi BABS atau ODF, Syarifah menuturkan pendekatannya dengan melibatkan semua pihak melalui multi sektor atau pentahelix. Dirinya berharap semua kegiatan dan kerja keras yang dilakukan bisa berkesinambungan sehingga mendapat apresiasi sehingga mampu menyadarkan warga.








