“Jadi keberadaan relawan-relawan literasi yang disebut sebagai Literasi Squad ini menjadi penting,” ujarnya.
Anggota Literasi Squad angkatan pertama terdiri dari dua komunitas besar, yaitu komunitas duta baca dan komunitas generasi berencana (genre) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 27 orang yang bertugas di Sabtu atau Minggu.
Relawan menjalankan tugas layaknya petugas perpustakaan, mulai dari front office sampai penjaga di ruang baca dengan supervisi dari 3 orang pegawai Diarpus Kota Bogor.
“Sebelum mulai terjun ke pelayanan para relawan telah dibekali teori pelayanan prima dan pemagangan di setiap divisi yang ada perpustakaan dan sebagai bagian apresiasi bagi relawan diberikan insentif berupa Go Pay sebesar Rp 200 ribu setiap bulan, kaos relawan, dan piagam apresiasi dari Wali Kota Bogor di akhir program,” kata Rudiyana.








