Sementara itu, disaat agenda sidang paripurna LKPj Bupati Bogor amburadul, kepada para pewartan Rudy Susmanto secara gamblang mengaku kecewa dengan kinerja Pemkab Bogor sepanjang 2022. Rudy bahkan secara tegas mengaku kecewa dengan kinerja Pemkab Bogor sebab menurutnya banyak program kerja yang tak tercapai serta jauh dari harapan.
Ia memaparkan, terdapat tiga contoh kasus yang menggambarkan buruknya kinerja Pemkab Bogor di sepanjang 2022 kemarin. Pertama, banyaknya jabatan strategis dan jabatan kepala dinas yang dibiarkan kosong. Kedua, Pemkab Bogor juga belum menyiapkan pengganti untuk para pejabat eselon II dan eselon III yang akan pensiun pada tahun ini. Dan yang terakhir terkait tersendatnya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).
Mengomentari pernyataan Rudy, Yus menjelaskan, masyarakat Kabuoaten Bogor tentunya sudah mengetahui bahwa penyelenggaraan pemerintahan pada 2022 memang sedang dalam kondisi tidak normal. Dan Yus mengkritisi statemen Rudy terkait pemberian nilai buruk atas kinerja pemkab. Hal tersebut ia nilai tendensius sebab pembahasan LKPj itu sendiri belum berlangsung.








