Meski demikian kata Sekda, Pemkot Bogor terus berupaya memenuhi kebutuhan SDM dan sarana prasarana. Untuk Kota Bogor dengan delapan area perubahan area reformasi birokrasi saat ini sudah memiliki nilai BB dari yang sebelumnya B yang terus ditingkatkan untuk mencapai nilai A.
“Jadi nanti kita bisa menampilkan dari delapan area perubahan ini adalah perubahan menuju arsip digital semua,” kata Syarifah Sofiah seraya menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan tanggung jawab dari setiap daerah dengan peserta dari setiap OPD hingga sekretaris kecamatan.
Kepala Diarpus Kota Bogor, Rudiyana mengatakan, maksud tujuannya acara ini untuk menilai kesesuaian antara prinsip, kaidah dan standar kearsipan dengan penyelenggara kearsipan.
“Ini pesertanya adalah para sekretaris OPD, dinas, badan dan kepala BUMD, bagian umum dan kepegawaian, juga sekretaris camat,” kata Rudiyana, dimana saat ini Perwali tentang kode klasifikasi arsip Kota Bogor sedang di konsultasikan ke biro hukum Provinsi Jawa Barat. Dan untuk meningkatkan kearsipan di Kota Bogor juga sudah melakukan penilaian dengan hasil yang baik jika dibandingkan dengan keberadaan SDM anggaran dan Sarpras.








