Sehingga, dengan terobosan ini, kesadaran publik tentang sampah khususnya plastik bisa terus tumbuh. Bahkan, di ATM Sampah ini, warga masyarakat bisa mendapat reward berupa uang tunai dari total akumulasi sampah yang terkumpul.
“Ada aplikasi yang harus di download, setelah itu scan barcode. Nanti barcode itu menunjukan identitas kita. Nanti ketika dimasukan botolnya ada reward berupa uang sebesar Rp 50 yang diakumulasi menjadi saldo,” terangnya.
Mesin ATM ini juga membantu proses daur ulang sampah sehingga menjadi lebih bermanfaat. Di sisi lain, sambung Dedie, Kota Bogor juga sudah memiliki hampir 300 bank sampah dan Basiba yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup.








