Beberapa pertanyaan yang dilontarkan diantaranya adalah soal implementasi Merdeka Belajar dan cara Kota Bogor meningkatkan mutu pendidikan dan menambah sekolah.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, model Merdeka Belajar ini bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk juga fokus terhadap minat bakat dan kemampuan di bidang seni, sosial, kebudayaan, olahraga dan sebagainya sehingga disamping yang utama di bidang akademis siswa juga bisa mengembangkan minat bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Dedie pun mengapresiasi salah satu sekolah dasar yakni SDN Bubulak 3 yang dalam situasi dan kondisi yang ada semangat untuk menerapkan Merdeka Belajar.
“Saya yakin dengan komunikasi, akselerasi yang dibangun sejak awal, baik dengan provinsi maupun pemerintah kota serta peserta didik dan orang tua kemudian lahir secara alami implementasi Merdeka Belajar,” ujarnya.
Karena lanjut Dedie ujung dari Merdeka Belajar adalah terbangunnya siswa-siswi berkarakter untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Di Kota Bogor lanjut Dedie Pemkot melalui dinas memiliki berbagai program untuk mendorong Merdeka Belajar.
Namun ia mengakui bahwa ada persoalan teknis yang dihadapi Kota Bogor terkait lama sekolah.
Karena rata-rata anak sekolah di Kota Bogor masih berada di tingkat SMP.
“Jadi kami mendorong terutama terjadinya peningkatan jumlah sekolah yang memadai di Kota Bogor, karena saat ini sekolah SMA negeri di Kota Bogor hanya berjumlah 10 sekolah,” katanya.








