Sekda mengatakan, di struktur KPA terdapat beberapa kelompok kerja (pokja) sesuai dengan bidangnya, seperti pokja pencegahan, pokja penanganan, pokja pendamping advokasi dan lainnya. Pihaknya juga akan secara lebih detail melakukan pemetaan di wilayah mana yang paling banyak penderita HIV/AIDS-nya.
“Kami juga akan menyortir data yang diperoleh dari rumah sakit dan puskesmas mana yang ber-KTP Kota Bogor dan bukan,” katanya.
Ia menjelaskan, penyebab utama bertambahnya penderita HIV/AIDS ini bermacam-macam. Diantaranya masyarakat Kota Bogor yang heterogen dan dinamis ditambah letak geografis Kota Bogor yang dekat sekali dengan DKI Jakarta (Provinsi dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak mencapai 100 ribu orang). Tak hanya itu, masyarakat Kota Bogor pun rata-rata bekerja di Jakarta, banyaknya pendatang baru dan perkembangan teknologi serta budaya yang turut membawa perubahan perilaku dan pola hidup masyarakat.








