Melirik Potensi Bogor Sebagai Kota Teh, Sekda Kunjungi Sila Tea House

Sekda

“Karena  tujuan utama kita mengedukasi, jadi mereka bisa nge-teh di sini dengan membeli produk teh di sini kemudian nanti kita ajarkan cara meraciknya, kita jelaskan asal produknya, perjalanan tehnya dan sebagainya. Jadi mereka bisa dapat ilmu juga,” ujarnya.

Perjalanan Tea House yang dirintis dengan modal mandiri berawal dari sebuah UMKM yang kini berkembang menjadi rumah teh membawa Redha mendapat kesempatan dari pemerintah pusat untuk mempresentasikan teh Indonesia ke Las Vegas.

Nantinya di bulan Juni ia juga akan terbang ke Thailand mewakili petani teh dari petani milenial melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melihat perjalanan teh di Bogor, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati dan Camat Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha menangkap potensi tersebut sebagai peluang untuk terus memperkuat Bogor sebagai kota kuliner yang juga selalu menjadi kota tujuan wisata.

Baca Juga  BNN RI - JSJN Malaysia Perkuat Kemitraan, Cegah Peredaran Narkotika Antar Negara

“Ini kan saya waktu itu saya ada acara di sini, ketika dapat penjelasan ini sangat luar biasa. Kemudian saya datang lagi. Ya ini satu potensi yang belum digali. Padahal sebetulnya ada sejarah di Bogor tentang teh. Jadi diceritakan teh pertama kali di riset dan ditanam itu di Kebun Raya Bogor,” katanya.

Sekda mengakui bahwa keberadaan nilai sejarah mengenai keilmuan itu belum memasyarakat, sehingga banyak yang belum tahu.

Sehingga masyarakat menganggap bahwa teh itu minuman pada umumnya, padahal teh sendiri memiliki nilai historis yang erat dengan Bogor.

Pos terkait