“Setiap perangkat daerah memiliki tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan tupoksi yang jelas, maka penilaian dalam SPIP pun sangat jelas. Efisiensi dan efektifitas, dalam perjalanan mencapai tujuan juga harus seefektif dan seefisien mungkin,” ujarnya.
Dirinya menilai jika menjalankan SPIP maka tidak perlu ‘cerewet’ lagi dalam menjalani organisasi,karena semua by system yang sangat holistik, ada timing atau waktu dan sebagainya.
“Dan yang terpenting adalah kita menciptakan lingkungan pengendaliannya di masing-masing perangkat daerah secara baik dan penuh integritas. Penilaian itu tidak semata-mata bicara tentang angka, tapi bisa menjadi gambaran kondisi ketika pusat mengeluarkan angka dan indikator maka itu adalah potretnya. Semoga Kota Bogor mampu kembali mendapat angka 3 seperti capaian yang pernah diraih. Menurut saya apa yang telah dilakukan jajaran Pemkot Bogor sudah on the track,” kata Syarifah.
Koordinator Pengawas Akuntabilitas Pemerintah Daerah II BPKP Provinsi Jawa Barat, Jaya Rahmat menekankan pentingnya kematangan maturitas dan implementasi SPIP serta tidak sekedar mengejar nilai atau level maturitas.









