Lokakarya Film Pendek, Bima Arya : Banyak Cerita yang Bisa Digali di Kota Bogor

Film

“Film tentang Bogor harus ada, karena bisa jadi promosi Kota Bogor. Sudah banyak contoh film yang menjadi ‘pedangnya’ promosi bagi kota lain, seperti Laskar Pelangi dan Tilik, yang dengan menyebut judulnya saja sudah tahu nama daerahnya. Dalam memproduksi film passionnya tidak bisa setengah-setengah tetapi harus sepenuh hati dan ‘nafas’ yang panjang,” kata Georgian Marcello.

Dirinya menyampaikan anak Kota Bogor tidak kalah kreatif dengan yang lain. Senada dengan Bima Arya, di Kota Bogor ujar Georgian Marcello banyak cerita yang bisa diangkat menjadi film. Mulai dari sejarah, genre horor, atau tema seksi lain seperti toleransi, drama cinta atau romansa di Kota Bogor, diantaranya kisah cinta Hamengkubuwono IX di Jalan Ahmad Yani  atau yang lainnya yang bisa dibuat antologi tentang Kota Bogor.

Baca Juga  Penyusunan KRB, Kota Bogor Perlu Ketangguhan Terhadap Potensi Bencana

Dalam lokakarya tersebut para peserta mendapat tambahan wawasan, ilmu pengetahuan dari para narasumber yang memang ahli dalam memproduksi sebuah film, seperti Andi Bachtiar Yusuf, Bani Marhaen dan Archie hekagery. Ketiganya merupakan penulis dan sutradara.

Selanjutnya Iqra Sembiring seorang sinematografer, Cesa David Luckmansyah, editor film. Narasumber lainnya adalah Eko Hadi (Bogor Historia), pegiat sejarah Bogor. (*)

Pos terkait