Yoshikuni Watanabe Hingga Ridwan Kamil Hadir di Rapat Paripurna Istimewa HJB ke-541

HJB

Dalam Rapat paripurna istimewa HJB ke 541 ini juga dibacakan sejarah Bogor, pantun pacilong dan wangsit siliwangi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam sambutannya menyampaikan bahwa warisan pusaka adalah hal tak ternilai yang harus selalu dijaga. Bukan hanya penghormatan kepada leluhur dan pendahulu, tapi sebagai pembelajaran dari masa lalu untuk bekal menjemput masa depan.

“Karena pusaka bukan hanya bangunan atau peninggalan fisik, tapi juga nilai-nilai luhur sebagai ciri utama peradaban yang mulia, tidak pernah ada dalam sejarah negara makmur tanpa nilai nilai luhur. Tidak pernah ada dalam cerita dongeng sekalipun, negara maju tanpa warga yang bersatu,” ujarnya.

Sejarah kota Bogor adalah sejarah keberpihakan kepada rakyat. Cerita tentang Kerajaan Pajajaran adalah cerita tentang nilai-nilai luhur memanusiakan manusia.

Baca Juga  Adityawarman Adil Apresiasi Penyelenggaraan BSF CGM 2025

Kepemimpinan Prabu Siliwangi adalah kepemimpinan yang mengayomi untuk semua. Pemimpin yang cinta kepada rakyatnya, rakyat yang bangga atas pemimpinnya, warga yang saling menghormati antar sesama.

541 tahun sejarah Bogor adalah penggalan berbagai sejarah kebersamaan dari masa ke masa.

“Ini cerita tentang ikhtiar tanpa henti dari pemimpin dari setiap masa untuk memuliakan warga, karena tidak ada pemimpin yang mau menyusahkan warganya. 541 tahun sejarah Bogor adalah tentang jatuh bangun dan suka juga duka para pemimpin dalam menjalankan amanat besar di pundaknya,” katanya.

Selain itu, 541 tahun sejarah Bogor adalah sejarah tentang manusia-manusia yang yang tidak kenal putus asa untuk menebar kebaikan.

Baca Juga  Perkuat Big Data dan IKD, Pansus DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Baru Administrasi Kependudukan

“Perjalanan adalah pilihan. Namun optimis adalah keharusan. Berjalan ke depan adalah keniscayaan. Berjalan bersama-sama adalah pilihan. Mari kita arungi perjalanan ke depan dengan kebersamaan. Mari kita jadikan warisan nilai luhur masa lalu untuk bekal menjemput masa depan. Mari kita jaga bersama warisan pusaka dengan rasa bangga,” katanya.

Pos terkait