Terlebih dampaknya cukup baik bagi anak didiknya dan menjadi salah satu metode pembelajaran bagi sekolahnya yang menerima siswa inklusi.
Pembina ekskul Seni Lukis, Rifki Setiadi menjelaskan karya-karya yang dipamerkan ini merupakan eksplorasi yang dilakukan selama 1 tahun sebelumnya.
“Puncak sebuah karya bukanlah menjadi juara dalam perlombaan. Puncak sebuah karya adalah berpameran sehingga karya bisa dinikmati dan dikomunikasikan kepada khalayak,” tutur Rifki yang juga merupakan penggiat kesenian di Kota Bogor.
Rifki menyebutkan, dalam catatan kegiatan kesenian di Kota Bogor, memang belum pernah ada pameran lukis yang dikhususkan bagi anak-anak di Kota Bogor.
“Banyak pihak yang masih terjebak mengedukasi karya hanya dengan cara perlombaan saja. Padahal menampilkan karya mereka secara mandiri, memberikan dampak yang baik bagi potensi kreativitas mereka,” jelasnya.








