“Dengan kesadaran akan kekurangan dan ketidakmampuan kita, kita terbuka untuk belajar dan menerima bimbingan dari orang lain. Tawadhu mengajarkan kita bahwa kita tidak selalu harus benar dan bahwa ada ruang bagi perbaikan dalam diri kita,” papar dr. Ilham yang juga bergelar ustadz.
Dokter yang juga bergelar ustadz ini mengatakan, tawadhu mengingatkan untuk berbahagia dengan apa yang dimiliki saat ini. Dengan bersikap tawadhu, akan membantu dalam menjaga hubungan sosial yang sehat dengan orang lain.
“Ketika kita bersikap rendah hati, kita cenderung lebih mudah berempati dan menghormati orang lain. Kita tidak terlalu sibuk membanggakan diri sendiri atau mencoba mendominasi orang lain. Melalui tawadhu, kita dapat menerima perbedaan pendapat dengan lapang dada, mencari jalan tengah dalam konflik, dan membangun hubungan yang lebih harmonis”








