Saat ditemui di sela-sela acara konggres, Syarif Bando menyampaikan pesan agar pustakawan jangan memposisikan sebagai pekerja teknis, tapi harus berperan sebagai pengelola pengetahuan.
“Pustakawan juga harus profesional dan mampu mengupgrade pengetahuan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Opong Sumiati, Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan, Perpustakaan Nasional RI berharap pustakawan yang ikut dalam kongres IFLA dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti konggres kepada pustakawan lainnya.
Prestasi membanggakan tentunya bagi Kementan dengan hadirnya Pustakawan dalam pertemuan internasional seperti kongres IFLA tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kualitas dan kompetensi pustakawan Kementan sangat baik. Hal ini harus menjadi motivasi bagi PUSTAKA sebagai pembina pustakawan lingkup Kementan agar dapat terus menciptakan SDM pustakawan yang profesional dan berkompeten. (*)








