Cucu Hanapi, selaku Lurah Cibuluh sangat mengapresiasi dengan hadirnya tim dari Sat Narkoba dalam puncak acara HUT RI ke 78.
” Karena berkaitan dengan Cibuluh yang terindikasi karawan akibat narkoba, saya pernah mendapat informasi akan hal itu, cuma kebetulan anggota Bimas dan babinsa sangat dekat dengan warga. Jadi langsung menginformasikan, baik terkait narkoba maupun tawuran dan memang kebanyakan bukan orang sini, pasti dari luar Cibuluh,” tukasnya.
Nuryadin atau sapaan akrabnya Kang Yadin sebagai kader dari Kampung Tangguh Bebas Narkoba menceritakan pengalaman mulai menggunakan narkoba, ia mengakui sejak tahun 1998 sudah mulai mengkonsumsinya. Tapi kata dia, pada tahun 2014 ia sudah bisa berhenti total.
“Allah ngasih teguran melalui keluarga, adik saya tertangkap narkoba, jadi panggilan jiwa itu yang memutuskan saya untuk ini saatnya diberikan kesempatan biar taubat . Saya menjadi figur yang mencontohkan kesehatan itu seperti itu, merusak kesehatan, keluarga, mengancam kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia mengakui, menggunakan narkoba jenis ganja dan sabu sejak masa kuliah di Jakarta. Di Jakarta kan dulu dapat barang sangat gampang, kalau pulang ke Bogor, ia edarkan di Bogor. Dalam artian dulu ganja sangat ekstrem di Jabodetabek, tidak seketat sekarang.








