“Kami berusaha untuk menghasilkan benih varietas sendiri sehingga tidak perlu tergantung lagi pada impor dan kita sudah bisa membuat varietas dari warna kuning menjadi warna merah dan warna putih. Marigold ini bisa untuk upacara keagamaan, bisa untuk makanan dan juga bisa untuk minuman,” jelasnya.
Rektor IPB University menuturkan, kaitan dengan buah-buahan pihaknya juga sudah berusaha untuk menghasilkan varietas-varietas unggul yang sudah di ekspor ke 11 negara, seperti Pepaya Karina, Nanas dan produk-produk buah-buahan lainnya yang sekarang sedang didorong untuk bisa menjadi produk ekspor.
“Hal terpenting kita membutuhkan iklim yang kondusif untuk bisa terus melindungi buah-buahan Nusantara ini agar petani Indonesia semakin bergairah untuk produksi sehingga bisa membatasi dan mengendalikan laju impor buah-buahan,” tegasnya.








