“Ke depan Jakarta akan lebih dikenal sebagai pusat bisnis, seperti melbourne di Australia atau New York di Amerika Serikat. Kota Bogor akan diuntungkan dari kondisi ini, karena kami akan lebih terintegrasi,” ujarnya.
Di bidang transportasi, integrasi Bogor dengan Jakarta akan dikoneksikan dengan LRT sehingga bisa ditempuh dalam perlu waktu 45 menit. Saat ini Bogor juga tengah melakukan pembenahan sistem transportasi, diantaranya persiapan membangun jalur trem.
“Disamping hal-hal positif tadi, kami bangga karena Bogor dikenal sebagai salah satu green city di belahan bumi Timur. Kami memiliki Kebun Raya yang berada di tengah kota, kami memiliki Istana Presiden yang membuat Bogor memiliki posisi istimewa,” ujarnya.
Pemkot Bogor juga terus memperbaiki ruang terbuka publik, seperti membangun sarana olahraga, pejalan kaki dan mengintegrasikan Alun-alun dengan Masjid Agung.
Bogor memiliki identitas sebagai heritage city, yang dulunya merupakan pusat Kerajaan Pajajaran. Kerajaan terbesar di Nusantara 5 abad lalu.
“Dan saat ini kami sedang mengukuhkan identitas tadi dengan membangun museum Kerajaan Pajajaran berlokasi di Batutulis yang diharapkan akan selesai akhir tahun ini. Dan yang juga membuat Kota Bogor istimewa dibandingkan kota lain adalah fakta bahwa kami memiliki jalan Suryakencana, yang dikenal sebagai kawasan pecinan,” katanya.








