Selain itu juga untuk menaikkan kelasnya agar bisa memenuhi standar pasar swalayan modern. Namun kendala yang ada tidak semua bisa memenuhinya. Dari 100 yang dikurasi hanya 10 yang lolos.
“Pasar swalayan modern sebagai the real market adalah peluang yang mungkin dilupakan. Kepada dinas terkait untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan pasar real tadi. Sebenarnya 14 pasar yang ada pun menjadi peluang hanya tantangannya adalah PKL,” kata Dedie saat membuka, Sabtu (30/9/2023).
Saat ini yang paling ditunggu-tunggu lanjut Dedie adalah kolaborasi dan sinergi antara Pemkot Bogor, Pemprov Jabar, IPB University maupun perguruan tinggi lainnya di Kota Bogor. Diantaranya menjadikan gedung alumni IPB yang bersebelahan dengan Damri maupun Botani sebagai sentra oleh-oleh sehingga terhimpun di satu tempat, begitu juga yang di Jalan Siliwangi.
Sebab, jika ditata menjadi pusat oleh-oleh bisa menjadi kontribusi utama yang menopang pengembangan UMKM di Kota Bogor maupun Jawa Barat bahkan Indonesia.








