Dedie mengatakan, pemilih pemula memiliki antusiasme yang tinggi, relatif lebih rasional, haus akan perubahan dan tipis akan kadar polusi pragmatisme. Apalagi, pilihan politik mereka belum dipengaruhi motivasi ideologis tertentu dan lebih didorong konteks dinamika lingkungan politik lokal. Sehingga, pemilih pemula mudah dipengaruhi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama orang terdekat seperti anggota keluarga, mulai dari orang tua hingga kerabat dan teman.
“Perilaku pemilih pemula yang cenderung tidak peduli dan labil terhadap dunia politik menyebabkan kesadaran dalam berpolitik kurang dan berdampak pada tingkat partisipasi pemilu. Dengan adanya rakor ini diharapkan pemilih pemula berperan aktif dalam menggunakan hak pilihnya,” katanya. (*)








