“Jihad hanya bisa dilakukan jika memiliki ilmu, memiliki logistik atau amunisi dalam bentuk pondasi ilmu yang kuat. Tapi saya titip, ilmu tidak akan memberikan manfaat dan maslahat tanpa dilengkapi dengan satu hal yang lebih penting, yaitu adab. Ilmu penting karena ilmu adalah modal, namun tanpa adab ilmu tidak akan berkah. Orang cerdas, jenius dan profesor, doktor itu banyak. Tapi yang ilmunya diiringi adab, memberikan maslahat belum tentu banyak,” sambung Bima Arya.
Santri pondok pesantren ungkap Bima Arya berbeda dengan generasi Z atau generasi muda lain yang belajar ilmu buku dan belajar textbook. Santri belajar juga dari kitab suci yang membangun akhlak dan moral yang akhlakul karimah.
Dirinya berharap santri yang merupakan bagian dari generasi penerus Kota Bogor mampu untuk memajukan Kota Bogor dan Indonesia karena itu harus dipersiapkan dari sekarang.
Bima Arya juga menegaskan siapapun pemimpin Kota Bogor ke depan, Pemkot Bogor selalu bersama para santri dan ulama untuk amar ma’ruf nahi munkar, membongkar kemaksiatan dan menegakkan kebenaran.








