Sebagaimana diketahui target prevalensi nasional sebesar 14 persen. Dengan penurunan yang dicapai Kota Bogor, maka kata Dedie bisa memberikan pengaruh kepada Jawa Barat maupun nasional.
Dalam perjalanannya, Dedie mengatakan penanganan stunting bukan single problem, tapi multi problem. Data menjadi yang utama karena menjadi bagian penting. Untuk itu terkait data dia meminta harus di cek betul, valid dan hati-hati dalam pengelolaan serta pemanfaatan, khususnya yang di lapangan dalam menginput data migrasi dari luar daerah.
Kepala DP3A Kota Bogor, Anas Rasmana melaporkan, selain penurunan angka 2.363 berdasarkan hasil penimbangan bayi balita pada bulan Agustus menjadi 1.849. Turut dilaporkan angka yang berisiko stunting turun dari 21 ribu menjadi 19 ribu. Selanjutnya berdasarkan hasil survei intervensi dari program Penting Lur sebanyak 1.000 anak stunting berhasil menurunkan hingga 43 persen.








