Jebakan-jebakan yang dimaksud adalah banyaknya berbagai kegiatan seremonial dibanding bekerja untuk perubahan, kemudian jebakan transaksional, jebakan kebersamaan, jebakan harapan dan sebagainya.
“Jebakan-jebakan itu yang bisa membuat kita terlena dan malah akhirnya tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.
Dalam refleksi 1 dekade Kota Bogor ini juga menampilkan pameran foto dan menceritakan banyak hal.
Bima Arya menegaskan bahwa Kota Bogor itu bukan hanya tentang Bima Arya tapi tentang Istana Bogor, tentang kebun Raya, tentang Suryakencana, tentang lapangan Sempur, tentang LPM, organisasi kepemudaan, wilayah, OPD, dinas, teman-teman media, Forkompinda dan semua sehingga Kota Bogor menjadi kota yang luar biasa on the track dalam membangun pondasi kota.
“Saya ingin ke depan berlanjut siapapun itu (wali kota), nggak bongkar-bongkar, karena semua sudah on the track, yang kurang-kurang semua disempurnakan, Jadi ini keberlanjutan dan saya lihat semua calon wali kota mempunyai niat yang sangat baik dan semangat untuk melanjutkan itu,” katanya.
Yang membanggakan dalam memimpin Kota Bogor selama 1 dekade ini kata dia, diantaranya adalah kembalinya Piala Adipura ke Kota Bogor setelah puluhan tahun menghilang, menyelesaikan permasalahan GKI Yasmin yang bertahun tahun tidak terselesaikan kini berhasil diselesaikan, layanan publik yang lebih baik tidak hanya memudahkan tapi membahagiakan.








