Meski demikian Bima Arya mengakui ada beberapa hal yang harus dilanjutkan dan diselesaikan oleh wali kota berikutnya, yakni pembangunan terminal, konversi angkutan kota, keberlanjutan angkutan massal Biskita dan trem, perluasan lapangan kerja, kesejahteraan dengan pengurangan kemiskinan dan sebagainya.
“Pondasinya itu semua sudah on the track, harus terus dilanjutkan. Harapan dijaga ya jangan mundur, jangan hanya mengharapkan pemerintah, Pol PP atau Dishub yang jaga, tapi semua harus jaga, kota kita, masa depan kita, ditangan kita,” katanya.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang mendampingi Bima Arya di periode kedua mengaku belajar banyak dari kepemimpinan Bima Arya.
Menurut Dedie, Bima Arya merupakan pemimpin yang transformasional, baik di dalam negeri maupun diluar negeri.
“Saya pikir 10 tahun kepemimpinan Bima Arya ini memberikan banyak hasil dan mudah-mudahan ke depan akan terjadi lagi perubahan-perubahan besar yang nantinya akan mengarah kepada warga yang semakin mencintai Kota Bogor,” katanya.
Untuk melanjutkan keberlanjutan dalam penataan Kota Bogor dengan pondasi yang kuat, Dedie menyampaikan bahwa keberlanjutan perlu terus dilakukan untuk pada akhirnya adalah membahagiakan warga dengan melanjutkan pondasi yang sudah dibangun dan menambah yang harus disempurnakan.








