Untuk itu tentunya memerlukan kerja keras dan kerja sama semua pihak, karena itu semua tidak gratis tetapi harus di ikhtiarkan.
“Semua tentang kerja sama dan kebersamaan. Kepada para aparatur wilayah, di tahun politik jangan asyik sendiri di belakang meja, harus selalu turun dan bersama-sama dengan warga, memahami apa yang ada dalam keseharian warga. Saya minta aparatur wilayah lebih banyak di lapangan, kita betul-betul ingin husnul khatimah hingga diujung pengabdian di Kota Bogor. Saya dan Pak Wakil niat, ikhtiar mengakhiri pengabdian kami dengan sempurna, sesempurna mungkin, memberi kemaslahatan kepada warga Kota Bogor,” jelasnya.
Kata Bima Arya, ada tiga cara muhasabah, yaitu merenung sendiri sebagai bentuk refleksi, bersama-sama orang saleh, mendengarkan nasehatnya dan saling mengingatkan serta saling menyemangati. Ketiga adalah muhasabah ketika menerima kritik.
Kepada para kepala perangkat daerah di jajaran Pemkot Bogor untuk selalu terbuka terhadap kritik.
Demikian halnya dengan Masjid Agung yang mengandung banyak hikmah atau ibrah yang bisa diambil dari proses pembangunannya bertahun-tahun lalu, bisa menjadi pelajaran dalam merencanakan sesuatu, mengkomunikasikan dengan semua, pengawasan dan pelajaran untuk selalu sabar.








