Ini Alasan Dewas Perumda PPJ Berikan Rekomendasi “Lanjut” kepada Direksi

Dewas

Terkait neraca keuangan perusahaan, sambung Gatut, pada awal Muzakkir cs menjabat, laba perusahaan saat 2019 saat hanya Rp319 juta. Empat tahun berselang (2023), Perumda PPJ berhasil meraih laba Rp3,2 miliar. Menurut Gatut, angka tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bila melihat realita kondisi yang dilalui sangatlah sulit. Salah satunya saat menghadapi Pandemi Covid-19.

“Direksi periode 2019-2024 juga telah berhasil menyelesaikan permasalahan tunggakan tagihan pajak. Perlu diketahui, saldo awal tagihan pajak yang harus dibayarkan Perumda PPJ atas pajak sebesar Rp27 miliar. Dan per Agustus 2023, sisa angsuran pajak sebesar Rp3 miliar,” ungkap Gatut.
Disisi persoalan hukum, aksi direksi dalam pengambil-alihan Pasar TU Kemang patut diacungi jempol. Karena bila take over terlambat maka Pemerintah Kota Bogor akan mengalami kehilangan aset yang sangat besar. Dan alhasil, saat ini Pasar TU Kemang sudah menghasilkan pendapatan sekitar Rp600 juta dan menjadi salah satu sumber utama pendapatan perumda PPJ sejauh ini.

Baca Juga  Bogor Innovation Award 2022, Bima Arya Ajak Terus Berinovasi

“Penyelesaian permasalahan Plaza Bogor juga tidak kalah peliknya. Bermasalah dari tahun 2013, kini kita telah mendapat putusan tetap sambil menunggu salinan putusan MA yang menolak kasasi PT. Guna Karya Nusantara. Selain itu, kasus perdata Pasar Cunpok juga telah selesai dengan putusan hakim menolak gugatan perdata keluarga TB. Basuni,” terang mantan politikus Partai Golkar itu.

Pos terkait