Kerja sama Dengan FKUB Kota Bogor, PUSAD Paramadina Gelar Lokalatih Mediasi Konflik

PUSAD

“Dari seluruh riset yang dilakukan, konflik-konflik keagamaan yang membuat bangsa Indonesia dianggap memiliki pelanggaran agama atau apapun yang memiliki unsur agamanya, kami memandang perlu para tokoh agama untuk memiliki skill khusus yang menangani konflik-konflik keagamaan. Akhirnya kami ramu dan jadilah pertemuan serta pelatihan saat ini sebagai kombinasi antara hasil riset mengenai konflik-konflik keagamaan dan cara mencari penyelesaiannya dengan skill dalam menyelesaikannya,” kata Husni Mubarok.

Para peserta yang terlibat diharapkan Husni tidak hanya menjadi mediator tetapi peace worker di Kota Bogor yang akan mentransformasi konflik dalam arti memediasi satu hal untuk kemudian mentransformasi konflik, sehingga semua kebutuhan atau kepentingan pihak dapat terpenuhi. “Adapun tujuan pelatihan adalah menciptakan peace worker yang tidak berhenti pada pelatihan,” jelasnya.

Baca Juga  Dua CPNS Difabel di Kota Bogor Akhirnya Sah Jadi PNS

Dirinya juga berharap pasca pelatihan ada diseminasi yang menerangkan bahwa para peserta adalah para mediator di Kota Bogor yang siap diterjunkan jika muncul masalah atau konflik keagamaan. Selanjutnya ada kelembagaan mediasi sehingga masyarakat menjadi tahu harus mengadu kemana untuk memediasi jika muncul konflik keagamaan sebelum dibawa ke jenjang lembaga hukum lainnya.

Acara ini diikuti 30 peserta terpilih hasil seleksi dari 90 orang yang mendaftar selama lima hari, 22 – 26 Januari 2024. Para peserta akan mendapatkan penanganan konflik secara teori sebesar 30 persen, skill 30 persen dan praktik 40 persen. (*)

Pos terkait