Ketua KTT Smar’t Hadi Nurwahid mengatakan, menanam cabai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain harga jual yang tinggi, menurut Hadi perawatan cabai juga bisa dibilang tidak begitu rumit dan bisa dipanen berkali kali.
“Di KTT ini tidak hanya cabai, tapi ada melon, sayuran. Untuk cabai ini sudah tiga kali panen di usia 1 tahun, hasilnya Alhamdulillah,” katanya.
Pada saat panen pertama lanjut Hadi, harga cabai sedang melonjak tinggi di kisaran Rp100 ribu sampai Rp 120 Ribu.
Menurutnya harga cabai melonjak tersebut disebabkan karena pengaruh cuaca yang menyebabkan penyusutan hasil panen.
“Iya ketika panen pertama itu pas lagi kemarau. Panen menyusut hanya dapat 20 kilogram dari 200 pohon yang ditanam di lahan 150 meter,” ujarnya.








