Seorang Warga di Perumahan Para Pejabat Bogor Alami Diskriminasi Pelayanan Sampah

Warga

Ia menyebut, pengurus lingkungan perumahan tempatnya tinggalnya terkesan sentimen. Bahkan, ketika ditanyakan persoalan sampah yang tak diangkut, pengurus memberi jawaban yang tendensius dan terkesan arogan. Apalagi, setelah Camat Ciawi ikut merespon.

“Melalui pesan whatsapp, pengurus malah menyalahkan saya. Terus juga kata pengurus kirain tidak mau ikutan penarikan sampah, makanya tidak diangkut sampah yang ada di rumah saya. Masa bicara pengurus seperti itu dan memutus secara sepihak,” paparnya.

Harusnya, lanjut Ari, pengurus itu mengajak warga yang tinggal di perumahan ini untuk bermusyawarah, terlebih kaitan dengan persoalan kebersihan dan lingkungan. “Jangan langsung memutus begitu saja tanpa ada musyawarah dengan saya,” ujarnya.

Lucunya lagi, sambungnya, semua rumah yang ada di komplek perumahan disini, dipasang stiker sebagai tanda berlangganan iuran sampah. “Rumah saya kan di perumahan ini, kenapa tidak dipasang stiker seperti yang lain,” akunya.

Baca Juga  Indocement Melaksanakan Beragam Kegiatan untuk Masyarakat pada Bulan Ramadan 2022

Ari mengaku, kecewa dengan sikap dan perlakuan pengurus lingkungan yang seakan keberadaan dirinya, telah membuat gaduh warga perumahan. Bahkan, dari balasan pesan whatsapp, pengurus membeberkan jika di lingkungan perumahan banyak juga pejabat dan aparat, mulai dari pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor serta Polri dan TNI.

“Itu setelah datang Camat Ciawi ke lokasi perumahan. Saya minta agar petugas DLH mengangkut sampah yang masih menumpuk didepan rumah. Termasuk banyaknya bekas material yang dimasukkan kedalam karung persis didepan rumah saya, karena mengganggu,” tegasnya.

Pos terkait