Kastim menuturkan, hampir 90 persen hasil KWT Sekebun diolah menjadi makanan tradisional khas Sunda yang semuanya dikemas dengan daun pisang alias tanpa plastik atau styrofoam. Selama 6 tahun Pasar Dongko ini rutin dilaksanakan setiap bulan di awal minggu. Pihaknya hanya libur di bulan puasa saja, bahkan di masa Pandemi Covid-19 pun tetap berjualan melalui daring.
“Alhamdulillah respon masyarakat juga bagus karena bertahan sampai 6 tahun. Bukan hanya dari masyarakat sekitar tapi juga dari kota lain dan dari luar negeri,” terangnya. (*)








