“Saya selalu bilang jangan kalah sama Bandung, jangan kalah sama Surabaya, ini iklim ini harus selalu ada. Jadi mudah-mudahan wali kota berikutnya selalu menjaga kultur ini, kultur tidak mau kalah, kultur pemenang kompetisi, kultur untuk selalu melayani warga,” ucapnya.
Ia juga menitipkan agar BIA ini tidak hanya rutinitas untuk menggugurkan kewajiban, namun setiap hasil inovasi dari para pemenang selalu ditindaklanjuti untuk menjadi inspirasi.
“Tadi Pak Kaban (Bapperida) sampaikan ada inkubasi dari inovasi yang dihasilkan di tahun sebelumnya supaya menjadi contoh, ini bukan formalitas bukan hanya lomba kemudian ada inovasi yang dihasilkan menang selesai, enggak. Karena semua berdampak, harus ada efeknya, harus ada yang terlihat hasilnya,” jelasnya.
BIA ini lanjutnya juga bisa sebagai wadah meningkatkan potensi yang bisa diciptakan melalui inovasi, diantaranya inovasi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menguatkan Bogor sebagai kota hijau, green economy, circular economy, pemberdayaan UMKM, transportasi hijau, ekonomi kreatif.
“Karena ada beberapa dimensi kalau bilang kota kreatif ada 17 subsektor dan ini bisa diarahkan ke sana,” katanya.








