Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Ajak Masyarakat Menjadikan Keluarga Berkualitas

“Keluarga harus sadar pentingnya pencegahan stunting. Perhatikan konsumsi makanan, pengasuhan anak yang tepat, air bersih, dan sanitasi lingkungan,” ungkap Kukuh.

Dia juga melaporkan, saat ini proses pengambilan data prevalensi stunting di Jabar sudah terealisasi di 20 kabupaten dan kota. BKKBN menargetkan pengambilan sampel di tujuh kabupaten dan kota tersisa akan tuntas pada pekan kedua November 2024.

Sementara itu, Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Afif Miftahul Majid mengingatkan agar kader KB, pos pelayanan terpadu (Posyandu), tim pendamping keluarga (TPK) harus siap untuk terus mendampingi keluarga, ibu hamil, dan catin agar menjadi keluarga berkualitas. Program Bangga Kencana, sambung Afif, antara lain penyiapan kehidupan berkeluarga.

Baca Juga  Kemendagri Dukung Penyempurnaan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan

“Calon pengantin harus disiapkan kesehatannya selama tiga bulan sebelum menikah. Calon pria stop rokok dulu agar spermanya sehat. BKKBN juga punya BKB, BKR, Genre, BKL, dan UPPKA,” jelas Afif.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Anas S Rasmana menjelaskan, pihaknya kini tengah menyiapkan talas Bogor sebagai program konvergensi untuk mencegah stunting. Program ini telah dilakukan sejak 2017 lalu.

Pos terkait