Plt Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LH, Sigit Reliantoro, dalam laporannya menjelaskan adanya dua pola pengelolaan sungai, yaitu pendekatan top down dan bottom up.
Pendekatan tersebut menunjukkan peningkatan rasa gotong royong secara konsisten. Kendati demikian, Sigit menekankan perlu juga melibatkan komunitas lokal sebagai mitra.
“Dari teman-teman Pertamina bersama komunitas, berhasil mengangkat sampah dari sungai dengan total berat sekitar 2,7 ton. Sungai itu penting untuk kehidupan,” kata Sigit.








