Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, TPAKD Gelar Rapat Pleno

Literasi

Ia menambahkan, kondisi literasi digital saat ini yang tidak diimbangi dengan literasi dan inklusi keuangan sering dimanfaatkan oleh pihak atau oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menawarkan kemudahan akses pinjaman online ilegal, yang pada akhirnya membuat masyarakat terjebak dalam situasi yang lebih sulit.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Dewi Kurniasari, menjelaskan bahwa rapat pleno ini merupakan media untuk berkoordinasi dan berkomunikasi bagi seluruh anggota TPAKD Kota Bogor terkait program kerja yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Kota Bogor.

Demografi Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Y (milenial) dan generasi Z (zilenial), yang mayoritas memiliki literasi digital tinggi. Namun, mereka cenderung rendah dalam literasi keuangan sehingga mudah terjerat pinjaman online (pinjol).

Baca Juga  Percepat Swasembada Gula Nasional dan Bioetanol, Pemerintah bentuk Satgas

Oleh karena itu, perlu diberikan pemahaman lebih mendalam tentang literasi dan inklusi keuangan, tidak hanya terbatas pada kredit atau pinjaman, tetapi juga literasi investasi.

Pos terkait