“Kami akan mengadakan dialog antarbudaya, seminar, dan lokakarya untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman. Kami juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini,” tambah Agus.
Dalam pertemuan dengan anggota FPK Kota Bogor, Agus Rustandi menekankan pentingnya kolaborasi antara FPK dan Pemkot Bogor untuk menciptakan kebijakan yang inklusif.
“Kami berharap Dedie Abdu Rachim dan Jenal Mutaqin dapat mendukung penuh program-program FPK dan bersama-sama menciptakan Kota Bogor yang harmonis dan damai,” katanya.
FPK juga akan memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat luas.
“Kami akan menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk menjangkau lebih banyak orang dan menyebarkan pesan-pesan positif tentang pembauran kebangsaan. Kami percaya bahwa dengan memanfaatkan teknologi, kami dapat lebih efektif dalam mencapai tujuan kami,” ungkap Agus.
Keberadaan FPK di Kota Bogor diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memperkuat pembauran kebangsaan.
“Kami ingin Kota Bogor menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pembauran kebangsaan. Kami akan terus bekerja keras untuk mewujudkan visi ini dan memastikan bahwa semua warga Kota Bogor merasa dihargai dan diterima,” tutur Agus.
Agus Rustandi juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam proses pembauran kebangsaan.








