LPLH-SDA MUI Gagas Sinergi Nasional Upaya Pengurangan Sampah Organik dengan Menjembatani Kesenjangan antara Pemborosan Makanan dan Ketimpangan Akses Pangan

LPLH
Caption Foto: Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH-SDA MUI), Hayu Prabowo (dua dari kanan) menghadiri diskusi terbatas terkait pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui program Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) di Jakarta pada Kamis (16/1/2025).(Foto: LPLH-SDA MUI)

Ia menekankan, masyarakat dapat memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan kesadaran berbagi makanan sebagai bentuk ibadah sosial, mengurangi pemborosan makanan melalui pendekatan ekonomi sirkular, serta memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan sampah organik.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menyampaikan program “Ramadhan Ceria Pangan” yang menyoroti urgensi penyelamatan pangan di Indonesia.

“Studi Food Loss and Waste di Indonesia dari Kementerian PPN/Bappenas tahun 2021 memberikan gambaran yang lebih rinci tentang permasalahan ini. Penyelamatan pangan harus menjadi prioritas nasional,” jelasnya.

Program tersebut mengedepankan pencegahan, redistribusi makanan berlebih, hingga pengelolaan limbah organik melalui Gerakan Selamatkan Pangan (GSP).

Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan selama Bulan Ramadhan.[RS]

Baca Juga  Pemerintah Pusat Dan Daerah Uji Coba Penandaan Serta Penganggaran terhadap Penurunan Stunting

Pos terkait