Eddy yang sehari-hari bertugas sebagai Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menjelaskan, APTISI merupakan wadah perjuangan bagi seluruh PTS untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Pada saat yang sama, APTISI juga menjadi katalisator untuk mendorong perubahan paradigma pendidikan tinggi di masyarakat. Karena itu, Eddy menyambut baik kolaborasi yang akan digagas bersama dengan IKA UPI.
“Selama ini mindset masyarakat terkait kuliah itu ya perguruan tinggi negeri, PTN. Masyarakat kita masih negeri minded. PTS biasanya jadi pilihan terakhir. Padahal, PTS juga memiliki kualitas yang tidak perlu diragukan. Sebagian PTS kita memiliki akreditasi unggul. Sebagian program studi memiliki akreditasi internasional,” ungkap guru besar bidang ilmu manajemen kewirausahaan tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Semoga kolaborasi yang akan dibangun bisa makin mendekatkan PTS kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa di sekolah. Pada intinya kita sudah bersepakat. Selanjutnya kita tindaklanjuti melalui program atau kegiatan konkret yang manfaatnya bisa dirasakan langsung anggota APTISI dan masyarakat pada umumnya,” Eddy melanjutkan.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal IKA UPI Najip Hendra SP mengaku sangat berterima kasih atas sambutan hangat pimpinan APTISI Jawa Barat. Najip secara khusus menyampaikan salam Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita yang berhalangan hadir di sekretariat APTISI Jawa Barat. Senada dengan Eddy, Najip menilai terdapat irisan tebal antara APTISI dengan IKA UPI. Karena itu, kolaborasi keduanya merupakan sebuah keniscayaan.
“Sebagian dari alumni UPI terlibat aktif dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Jawa Barat, baik sebagai tenaga pengajar, pengelola, maupun lembaga penyelenggara di yayasan. Sesungguhnya kita ini keluarga besar. Pada saat yang sama, sebagian besar alumni UPI berprofesi sebagai guru. Mereka para pengelola SMA yang salah satunya menyiapkan anak didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Najip.








