Dengan kesamaan tersebut, sambung Najip, maka menjadi sangat strategis ketika kedua belah pihak mengembangkan kolaborasi dengan visi besar membangun pendidikan di Jawa Barat untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM Jawa Barat. Dengan angka partisipasi pendidikan tinggi yang relatif rendah 24,5 persen pada 2024, Jawa Barat masih tertinggal jauh dari Daerah Khusus Jakarta yang memiliki angka partisipasi 38,2 persen. Bahkan, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi Jawa Barat masih kalah dari Jawa Tengah (26,1 persen) dan Jawa Timur (27,3 persen).
“Angka melanjutkan pendidikan tinggi kita di Jawa Barat masih berkutat pada angka 52,3 persen. Hampir setengah dari lulusan SMA di Jawa Barat tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Ironis karena Jawa Barat memiliki jumlah perguruan tinggi sangat banyak. Selain sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka, Jawa Barat memiliki lebih dari 350 PTS. Boleh jadi persoalannya bukan pada akses, melainkan informasi yang tersendat. Ini pekerjaan rumah kita bersama,” jelas Najip.
Nah, salah satu rencana kolaborasi yang digagas adalah penyebarluasan informasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan roadshow pameran pendidikan tinggi di Jawa Barat. Dalam hal ini, IKA UPI berkolaborasi dengan Nakara Foundation untuk menggelar pameran pendidikan di sejumlah SMA di Jawa Barat. Melalui pameran ini, calon mahasiswa berkesempatan mengenal lebih dekat dan mendalam tentang pilihan program studi, prospek pekerjaan, pilihan karir, dan lain-lain.
Sekretaris APTISI Jawa Barat Supriyadi menambahkan, kolaborasi juga terbuka pada dimensi lain seperti pengembangan literasi masyarakat, penjaringan bakat calon mahasiswa, try out, dan lain-lain. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat. (Najip Hendra SP/Sekretaris Jenderal IKA UPI)








