“Pemkot Bogor hanya sebagai fasilitator antara hotel dan masyarakat, karena program ini merupakan gerakan sosial bersama dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ucap Hery.
Di tempat yang sama, Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengatakan program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Bogor dan industri pariwisata di Kota Bogor.
“Di peluncuran pertama program ini, Pj Wali Kota Bogor membagikan makanan secara door-to-door langsung ke rumah penerima manfaat,” ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, mekanisme distribusi akan dilakukan Penanggung Jawab (PIC) di setiap kelurahan. PIC akan mengambil makanan dari hotel untuk kemudian dibagikan ke warga yang membutuhkan.
“Di launching perdana ada 40 penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak stunting, keluarga risiko stunting, dan lansia,” katanya. (*)








