“Agar dilakukan secepatnya, kalau bisa sebelum Lebaran,” ujarnya.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah reklame atau billboard yang juga menjadi sorotan Presiden. Fakta di lapangan menunjukkan adanya reklame yang izinnya telah habis, rusak, hingga tidak terurus.
Bahkan, di salah satu titik di area Baranangsiang terdapat reklame yang bergabung dengan taman dan kondisinya perlu ditata ulang. Kendalanya, titik tersebut dikelola oleh pihak swasta.
“Tidak hanya itu, semua lokasi yang berkaitan dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama) harus dievaluasi. Bogor saat ini menjadi wajah Indonesia, apalagi ketika tamu negara berkunjung ke Kota Bogor,” ucap Jenal Mutaqin.








