Aspek ketiga yang juga menjadi perhatian adalah angka kebocoran air yang masih tinggi, yaitu mencapai 24 persen.
“Kami meminta agar angka kebocoran terus ditekan, karena ini berkaitan dengan real cost yang cukup besar jika dikonversi ke rupiah,” tegasnya.
Aspek keempat, Jenal Mutaqin menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dari masyarakat.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan, Perumda Tirta Pakuan tidak boleh alergi terhadap kritik. Sebaliknya, kritik harus direspons dan dijadikan bahan evaluasi.








