“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, karena kita tahu saat ini memang ada masyarakat yang ekonominya sedang tidak baik-baik saja. Sehingga, uang rakyat kembali ke rakyat dan dinikmati oleh rakyat,” ucap Dedie Rachim.
Kepala DKPP Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, bahwa penyaluran bantuan ini didasarkan pada pemetaan wilayah rawan pangan, yang dikombinasikan dengan Program Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Untuk tahap awal, bantuan dibagikan hanya di tiga kelurahan dan ke depan akan terus meluas ke kelurahan lainnya.
“Dengan anggaran terbatas, kami mencoba mengintervensi 300 keluarga rawan pangan, di mana setiap kelurahan memiliki 100 penerima bantuan,” ujarnya.
Selanjutnya, setelah Idulfitri, program tersebut akan diperluas lagi ke tujuh kelurahan dengan total 1.371 penerima.








