Dedie Rachim mengatakan, saat ini ada 120.000 siswa di Kota Bogor yang harus dilayani oleh program MBG. Karena itu, dibutuhkan sekitar 82 titik dapur yang bisa melayani, dengan kapasitas satu dapur dapat melayani 2.000 hingga 3.000 pelajar. Dan sejak diluncurkan pada Januari 2025 lalu, saat ini sudah ada empat SPPG di Kota Bogor. Ditargetkan akan bertambah dua dapur lagi yang diperkirakan mulai digunakan pada Agustus mendatang.
“Jadi kebayang kalau kemudian kita mau nambah 10 lagi, kita butuh waktu. Ini betul-betul murni harus ada kemitraan antara pemilik aset lahan dan tentu ada yang membangunkan dapur dan juga peralatannya, termasuk SDM nya dan juga supplier nya dari logistik atau sembakonya. Ini tentu program yang baik, tapi harus dipikirkan bersama,” ucapnya.
Sementara itu menurut Kepala Sekolah SMP Binagreha, Lala Nurrella, mengatakan para siswa menerima program MBG dari Presiden Prabowo sejak Januari 2025 lalu. Selama lebih dari tiga bulan mengikuti program tersebut, anak-anak di SMP Binagreha mengalami peningkatan tumbuh kembang, baik dari berat badan, tinggi badan, maupun kemampuan akademik.








