Dedi mengkhawatirkan jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka dapat menimbulkan dampak ekonomi lainnya seperti UMKM yang menutup usahanya sehingga angka penangguran yang makin meningkat.
“angka penangguran kita sudah tinggi, jangan sampai kita terlambat mengantisipasi hal ini” tukas Dedi.
Dedi menjelaskan bahwa pemkot harus mempercepat program program seperti upaya diversifikasi Pasar Ekspor yang Mendorong UMKM Bogor mencari pasar alternatif selain Amerika Serikat, seperti negara-negara di kawasan ASEAN, Timur Tengah, maupun Eropa. Juga Program Penguatan Kompetensi UMKM, memfasilitasi pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk serta mempercepat proses Optimalisasi Teknologi Digital yaitu Mendukung UMKM memanfaatkan platform digital secara optimal untuk pemasaran global.
Dedi juga meminta pemkot aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan kementerian terkait guna memperjuangkan kebijakan khusus bagi UMKM yang terdampak kebijakan tarif ini.








