“Posyandu ke depan tidak hanya fokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi harus mampu mengampu seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, sarana prasarana, hingga perlindungan sosial,” jelas Erna.
Ia menambahkan bahwa tugas Posyandu juga mencakup pendampingan kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun bagi seluruh warga, pendataan program rumah tidak layak huni (RTLH), hingga distribusi bantuan sosial di kelurahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang menghadirkan dua narasumber, yakni Sulung Satrio dari Direktorat Fasilitasi LKAD, PKK, dan Posyandu Kementerian Dalam Negeri, serta Nyimas Noviska dari Pokja IV TP PKK Kota Bogor. (*)








