Wihaji menjelaskan, kedatangannya bertujuan mengecek kesiapan uji coba MBG sasaran khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan non-PAUD di Kabupaten Majalengka. Selain itu, pihaknya mengecek langsung proses penyaluran MBG yang dilakukan tim pendamping keluarga (TPK).
“Kami ingin memastikan bukan hanya kesiapan dapurnya, melainkan penyalurannya tepat sasaran. Bukan saja sampai di rumah sasaran, lebih dari itu memastikan MBG dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Jangan sampai yang makan itu bapaknya atau anggota keluarga lain yang bukan menjadi sasaran,” tegas Wihaji.
Untuk memastikan ketepatan sasaran tersebut, Menteri Wihaji langsung mendatangi tiga rumah sasaran di dua kelurahan di Kecamatan Majalengka menggunakan sepeda motor milik penyuluh keluarga berencama (PKB). Pertama, RT 15 RW 05 di Kelurahan Babakan Jawa. Kedua, RT 02 RW 07 di Kelurahan Munjul.
Dari pengecekkan tersebut, Wihaji menilai perlu adanya penyesuaian waktu pengiriman. Jika sebelumnya MBG diperuntukkan sebagai menu sarapan, pada saat uji coba terpantau waktu pengiriman melewati waktu sarapan. Karena itu, dia meminta agar paket MBG bisa dinikmati pada waktu makan siang.








