“Tadi saya tanya, katanya sudah sarapan. Jadi, perlu diperhatikan agar waktunya digeser. Jangan sampai karena ibu hamilnya tidak makan, lalu dimakan sama bapaknya. Kami juga menemukan bahwa jarak SPPG dengan penerima sasaran ternyata cukup jauh. Perlu diperhatikan biaya pengirimannya,” kata Wihaji.
Di tempat yang sama, Bupati Majalengka Eman Suherman mengaku sangat bersyukur bisa dikunjungi Mendukbangga/Kepala BKKBN. Dia memastikan pihaknya siap mengawal program MBG di wilayahnya. Termasuk di antaranya MBG bagi kelompok sasaran khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Kami di Majalengka memiliki 3.018 TPK. Semuanya siap untuk mendistribusikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan non-PAUD,” tandas Eman.
Eman optimistis pemberian MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan non-PAUD mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Majalengka. Saat ini, prevalensi stunting di Kabupaten Majalengka berkisar pada angka 21 persen.








