Mendukbangga Minta Jabar Pertahankan Kinerja Bangga Kencana *KDM Tambah Insentif KB Pria Rp 500 Ribu

Mendukbangga

“Saya kira kira pas lah. Kebijakannya apa, tindak lanjutnya apa. Yang penting tindak lanjut. Jadi, kalau kalau enggak ada tindak lanjut ya sayang. Maka kita nanti pasti akan berkoordinasi dengan kementerian terkait yang diundang oleh Pak Gubernur hari ini. Semoga ada tindak lanjut yang berkenaan dengan kewenangan masing-masing kementerian, tapi dalam satu semangat yang sama membangun Jawa Barat,” pungkas Wihaji.

Tambahan Insentif Vasektomi

Gayung bersambut. Gubernur Dedi Mulyadi langsung merespons paparan Menteri Wihaji dengan menjanjikan tambahan insentif yang bersumber dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Insentif tersebut diberikan kepada suami yang bersedia menjadi akseptor KB pria vasektomi sebesar Rp 500 ribu.

Baca Juga  Komisi III Gelar Raker Dengan DLH Kota Bogor Bahas Permasalahan Sampah dan Kesejahteraan Petugas Sampah

“Program konkretnya, Jawa Barat memiliki program ‘Abdi Nagri Nganjang ka Warga’. Program ini bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat. Tolong siapkan Pak Sekda untuk memberikan tambahan insentif bagi laki-laki yang mau ber-KB sebesar Rp 500 ribu dari Pemprov. Sementara untuk para ibu kita siapkan bantuan sembako,” kata Dedi.

Pada paparan sebelumnya, Dedi menyampaikan rencana menjadikan kesertaan KB sebagai syarat untuk menerima bantuan sosial maupun beasiswa pendidikan. Lebih khusus lagi, menjadi peserta KB pria berupa vasektomi alias metode operasi pria (MOP).

“Nanti ada 150 ribu penerima bantuan sambungan listrik baru dari Pemprov. Syaratnya, boleh menerima bantuan sambungan baru tapi harus KB dulu. Anak-anaknya nanti ada yang beasiswa, boleh anaknya beasiswa tapi ibunya harus KB dulu. Nanti misalnya ada penerima bantuan masih usia produktif, boleh menerima bantuan tapi harus KB dulu. Nanti ada bantuan rutilahu terintegrasi provinsi dan kabupaten/kota, boleh terima bantuan tapi harus KB dulu,” tandas Dedi.

Pos terkait